Langsung ke konten utama

Senja



SENJA

Selamat sore, Senja
Tidak, aku hanya menyapa
Aku tak akan lama
Hanya saja, sudah cukup lama kita tak bersua.

Apa kabarmu, Senja?
Aku harap kau baik-baik saja
Aku? Tentu saja aku baik
Sangat baik.
Bahkan lebih baik setelah kita berpisah

Aku marah? Tidak.
Aku tak bisa marah padamu
Justru, aku ingin berterima kasih padamu
Karena kau telah mengajarkanku, tentang cinta pertama yang tak mungkin berhasil.

Terimakasih, Senja
Setidaknya, kini aku sadar
Cinta pertamaku tak jatuh pada orang yang salah
Kau sangat tepat
Bahkan saat kau putuskan untuk pergi

Aku tahu, adalah kesalahanku yang memaksamu untuk tetap tinggal
Aku sungguh egois, bukan?
Atau sebenarnya, kau yang lebih dulu menyerah?
Aku tak tahu siapa yang lebih dulu pergi
Tapi sepertinya, aku yang lebih dulu menjauh
Atau, kau yang lebih dulu menghilang?
Entahlah, aku tak mengingatnya.

Kau tahu, bukan.
Aku selalu payah dalam hal mengingat
Tapi satu hal yang pasti kuingat
Dulu, aku sangat mencintaimu
Tidak. Bukan hanya dulu
Aku rasa saat ini masih seperti itu
Aku masih sangat mencintaimu

Tapi lagi-lagi kau melakukannya
Kau selalu menjauh tiap kali aku mendekat
Apa kau sebenci itu padaku?
Saat itu kau juga melakukannya
Mungkin memang benar, aku tak layak untukmu
Tidak, aku tak sedih
Aku baik-baik saja, sungguh

Baiklah, hari sudah semakin sore
Aku juga sudah terlalu banyak bicara
Tapi, aku hanya ingin bertanya
Apa kali ini kau akan tetap meninggalkanku?
Tidak. Tak perlu dijawab. Aku sudah tahu jawabannya
Setelah ini, aku tak akan menemuimu lagi

Selamat tinggal
Esok, aku tak akan menemuimu lagi
Mungkin, ini adalah kesempatan terakhirku bertemu denganmu
Tapi kau harus ingat satu hal
Aku akan selalu melihatmu dari tempat yang tak pernah kau tahu
Jika suatu saat nanti kau merindukanku, berbaliklah
Kembalilah padaku
Karena jauh dilubuk hatiku, aku yakin tentang sesuatu
Cinta pertamaku, tak mungkin hanya sekedar kisah indahku.

-Jakarta, 9 Juni 2018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang kisah yang tak pernah usai

“Terima kasih, ya kamu sudah menyempatkan diri untuk datang keacara pernikahan kami.” Ucap Diva, istri sahabat baikku, Dimas. “Tidak, aku yang terima kasih karena telah mengundangku.” Aku menyalami sang Puteri. “Dimana Dimas?” Lanjutku. “Dia bilang harus kekamar kecil sebentar.” Ucap Diva, kemudian menarikku untuk duduk dikursi pelaminan bersamanya.  “Intan, terima kasih karena telah melepaskan Dimas untukku.” Ucap Diva serius. “Aku tak pernah melepaskannya, Diva. Kau salah paham.” Sanggahku. “Aku tahu kau akan mengatakannya. Tapi aku akan tetap berterima kasih karena telah mengizinkanku memilikinya.” Lanjut Diva sambil menggenggam tanganku. Aku tersenyum dan membalas genggaman tangannya diatas tanganku. “Tak perlu berterima kasih padaku. itu memang sudah takdir kalian untuk bersama. Mungkin, Tuhan hanya mengizinkanku untuk hidup sebagai sahabatnya, bukan teman hidupnya.” Jelasku menerawang. “Apa kau pernah menyukainya?” Tanya Diva tiba-tiba. Aku tersenyum sebe...

Devilish Joy (2018)

  Pria Yang Menghapus Waktu Seorang pria berkata kepada gadis, “Halo, mau kuberi tahu rahasia yang telah lama kusimpan?” “Aku menafsirkan waktu secara berbeda dengan orang lain.” “Bagiku, setiap harinya seperti setahun, dan kematian berada disamping tempat tidurku tiap malamnya.” “Aku bekerja keras setiap harinya untuk memutar waktu. Tapi, aku sadar aku telah terikat dengan mantra yang tak bisa kurusak.” “Meski begitu, akankah kau tetap mencintaiku?”   Seorang gadis berkata pada pria, “Aku menyukaimu seadanya.” “Saat ini kau sudah tampak indah dimataku.”   Dan saat si gadis berkata seperti itu, pria itu tersenyum. - Devilish Joy 2018

Marhaban Yaa Ramadhan

Assalamualaikum, man-teman! Halo man-teman semua. Blue balik lagi niiih. Ini adalah tulisan blue yang pertama setelah sekian lama blue enggak nulis lagi. Karena terakhir blue nulis bulan Februari, dan sekarang udah Mei aja ya hehehe. Blue tau emang enggak bakal ada yg kangen sama tulisan blue yang  un-faedah. Jadiiiii...... Tujuan blue posting ini untuk mengucapkan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1440 Hijriah man-teman! Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yg lebih baik dari tahun lalu. Semoga dari Ramadhan ini, menjadi jembatan kita semakin mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Dan yang paling penting, semoga kita semua mendapat rahmat dan hidayah, juga petunjuk dari Allah SWT. And the last but not least,  semoga kita bisa bertemu Ramadhan selanjutnya dan berkumpul dengan orang-orang yg kita cintai. Aamiin Aamiin Yaa Rabbal Alamiin. Dihari pertama puasa ini siapa yg udah ngebayangin buka puasa pake apa? Makhruh loh kalo gitu. Apa lagi yg diem-diem buka kulkas trus m...