Bissmillahirrahmanirrahiim...
Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu, sahabat semua.
Ini adalah postingan pertamaku. Aku ingin bercerita tentang permata yang sangat berharga. Sejujurnya, aku bukanlah wanita baik. Aku tak taat dalam beribadah. Aku sangat jauh dari kata sholehah. Aku selalu dekat dengan maksiat, aku selalu meninggalkan kewajibanku sebagai seorang muslim, aku tak pernah mena'ati apa yang Allah tetapkan untukku. Selalu saja ada alasan untuk menghindarinya. Dan selalu saja tak ada penyesalan setelahnya.
Sampai menginjak SMA, aku belum juga berubah. Aku masih pada tabiat burukku. Bahkan, tak pernah terlintas untuk merubah hiduplu. Sampai pada akhirnya, Allah mengetuk pintu hatiku dengan mendatangkan orang-orang yang sholeh. Merekalah permata yang aku maksud. Mereka senantiasa membimbingku kejalan yang Allah ridhoi. Jalan yang sepanjang jalannya, terbentang rahmat Allah yang amat melimpah.
Bersama mereka, aku merasa semakin kecil. Aku menyadari bahwa aku sungguh tak pantas ada diantara mereka. Aku tak pantas duduk berkumpul bersama mereka dan berdiskusi tentang agama bersama mereka. Aku tak tahu apapun tentang Islam, tapi mereka yang meyakinkan saya jika Allah Maha Pemaaf. Allah sangat mencintaiku. Allah senantiasa melindungiku. Allah selalu mengingatku, bahkan saat aku tak peduli dengan-Nya.
Mereka yang membuatku semakin meneguhkan hati untuk berubah. Memang, awalnya sangat sulit untuk meninggalkan kebiasaan burukku, tapi kemudian aku mengingat kembali, aku ingin berkumpul bersama mereka di Jannah-Nya. Aku tak ingin berada sendirian didalam panasnya neraka Allah. Aku tak akan kuat jika berada disana. Jadi kukuatkan niat untuk berubah. Dan Allah masih sangat mencintaiku. Mereka menerimaku dengan sangat terbuka.
Dengan sabar, mereka menjawab semua pertanyaanku yang mungkin bagi sebagian orang tak pantas keluar dari mulut seorang muslim. Aku banyak bertanya perihal hal wajib dan sunnah. Tentang hukum dalam hadist maupun dalam Al-Qur'an. Bertanya tentang hal yang paling mendasar bagi seorang muslim, perihal sholat.
Sejujurnya, aku malu saat bertanya seperti itu, tapi kembali lagi kepada niatku untuk berubah. Aku banyak belajar dari mereka. Dan kini, aku menjadi lebih baik. Walaupun masih tetap tak sebaik mereka. Tapi setidaknya, aku lebih menikmati dan mensyukuri hidupku saat ini. Dan aku sadar, jika mereka adalah rezeki terindah yang telah Allah limpahkan kepadaku.
Setiap kali saya melihat mereka, hati terasa tenteram dan damai. Seperti dalam firman Allah dalam surat Ar-Rahman ayat 13
Allah SWT berfirman:
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(QS. Ar-Rahman: Ayat 13)
Tak ada alasan untuk mengingkari nikmat Allah yang satu ini. Dan untuk sahabat semua, kita harus memilih dengan cermat untuk mencari sahabat. Karena dari sekian banyak makhluk Allah didunia ini, akan jarang kita temukan sahabat yang akan membimbing kita menuju Jannah-Nya.
Seperti sebuah hadist, yang berbunyi:
Dari Abu Musa, ia berkata “Perumpamaan orang mukmin dengan mukmin lainnya, laksana satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. Perumpamaan teman yang saleh, laksana seorang penjual minyak wangi, meskipun kamu tidak mendapatkan minyak wanginya, namun kamu akan mendapatkan semerbak wanginya. Sedangkan perumpamaan teman yang buruk adalah laksana tukang pandai besi. Jika ia tidak membakarmu, maka percikan apinya akan mengenaimu. Seorang bendahara yang amanah, yang menunaikan apa yang telah diamanahkan padanya, maka baginya pahala seperti pahala salah seorang dari dua orang yang bersedekah.” (HR. Ahmad no. 18798)
Jadi untuk sahabat semua, kita harus pandai memilih sahabat. Dan ini kisahku. Sebagai penutup kisah pertamaku, dengan bangga akan kukatakan, "Aku mencintai sahabat-sahabatku." Aku sudah menemukan permata yang sangat berharga. Bagi sahabat yang belum menemukan permata ini, keep trying. Karena disaat yang tepat nanti, Allah akan datangkan permata itu kepada sahabat semua. Asalkan, kita tak berhenti untuk mencari.
Untuk sahabat yang ingin berbagi kisah, bisa tulis di kolom komentar. Karena berbagi kebahagiaan dan berbagi keyakinan untuk mendapatkan permata itu, membahagiakan. Terimakasih. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu...
Mereka yang membuatku semakin meneguhkan hati untuk berubah. Memang, awalnya sangat sulit untuk meninggalkan kebiasaan burukku, tapi kemudian aku mengingat kembali, aku ingin berkumpul bersama mereka di Jannah-Nya. Aku tak ingin berada sendirian didalam panasnya neraka Allah. Aku tak akan kuat jika berada disana. Jadi kukuatkan niat untuk berubah. Dan Allah masih sangat mencintaiku. Mereka menerimaku dengan sangat terbuka.
Dengan sabar, mereka menjawab semua pertanyaanku yang mungkin bagi sebagian orang tak pantas keluar dari mulut seorang muslim. Aku banyak bertanya perihal hal wajib dan sunnah. Tentang hukum dalam hadist maupun dalam Al-Qur'an. Bertanya tentang hal yang paling mendasar bagi seorang muslim, perihal sholat.
Sejujurnya, aku malu saat bertanya seperti itu, tapi kembali lagi kepada niatku untuk berubah. Aku banyak belajar dari mereka. Dan kini, aku menjadi lebih baik. Walaupun masih tetap tak sebaik mereka. Tapi setidaknya, aku lebih menikmati dan mensyukuri hidupku saat ini. Dan aku sadar, jika mereka adalah rezeki terindah yang telah Allah limpahkan kepadaku.
Setiap kali saya melihat mereka, hati terasa tenteram dan damai. Seperti dalam firman Allah dalam surat Ar-Rahman ayat 13
Allah SWT berfirman:
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
(QS. Ar-Rahman: Ayat 13)
Tak ada alasan untuk mengingkari nikmat Allah yang satu ini. Dan untuk sahabat semua, kita harus memilih dengan cermat untuk mencari sahabat. Karena dari sekian banyak makhluk Allah didunia ini, akan jarang kita temukan sahabat yang akan membimbing kita menuju Jannah-Nya.
Seperti sebuah hadist, yang berbunyi:
Dari Abu Musa, ia berkata “Perumpamaan orang mukmin dengan mukmin lainnya, laksana satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. Perumpamaan teman yang saleh, laksana seorang penjual minyak wangi, meskipun kamu tidak mendapatkan minyak wanginya, namun kamu akan mendapatkan semerbak wanginya. Sedangkan perumpamaan teman yang buruk adalah laksana tukang pandai besi. Jika ia tidak membakarmu, maka percikan apinya akan mengenaimu. Seorang bendahara yang amanah, yang menunaikan apa yang telah diamanahkan padanya, maka baginya pahala seperti pahala salah seorang dari dua orang yang bersedekah.” (HR. Ahmad no. 18798)
Jadi untuk sahabat semua, kita harus pandai memilih sahabat. Dan ini kisahku. Sebagai penutup kisah pertamaku, dengan bangga akan kukatakan, "Aku mencintai sahabat-sahabatku." Aku sudah menemukan permata yang sangat berharga. Bagi sahabat yang belum menemukan permata ini, keep trying. Karena disaat yang tepat nanti, Allah akan datangkan permata itu kepada sahabat semua. Asalkan, kita tak berhenti untuk mencari.
Untuk sahabat yang ingin berbagi kisah, bisa tulis di kolom komentar. Karena berbagi kebahagiaan dan berbagi keyakinan untuk mendapatkan permata itu, membahagiakan. Terimakasih. Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatu...
-Jakarta, 1 Juni 2018

❤❤❤
BalasHapusPermata setiap orang mungkin tak sama
BalasHapusNamun ada hal yg menjadi penentu untuk di namakan sebuah permata
entah itu seseorang ataupun peristiwa
Hal tersebut pasti sesuatu yg mampu merubah diri kita
Namun Terkadang permata itu kita lewatkan begitu saja
Mungkin memang belum saatnya