Langsung ke konten utama

Marhaban Yaa Ramadhan


Assalamualaikum, man-teman!

Halo man-teman semua. Blue balik lagi niiih. Ini adalah tulisan blue yang pertama setelah sekian lama blue enggak nulis lagi. Karena terakhir blue nulis bulan Februari, dan sekarang udah Mei aja ya hehehe. Blue tau emang enggak bakal ada yg kangen sama tulisan blue yang un-faedah. Jadiiiii...... Tujuan blue posting ini untuk mengucapkan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1440 Hijriah man-teman! Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yg lebih baik dari tahun lalu. Semoga dari Ramadhan ini, menjadi jembatan kita semakin mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Dan yang paling penting, semoga kita semua mendapat rahmat dan hidayah, juga petunjuk dari Allah SWT. And the last but not least, semoga kita bisa bertemu Ramadhan selanjutnya dan berkumpul dengan orang-orang yg kita cintai. Aamiin Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

Dihari pertama puasa ini siapa yg udah ngebayangin buka puasa pake apa? Makhruh loh kalo gitu. Apa lagi yg diem-diem buka kulkas trus minum pas mama lagi enggak liat? Atau, ada yg pakai alasan 'lupa' untuk batal? Ckckck... Adik blue aja kelas 3 puasa sampai Maghrib, In Syaa Allah. Masa kamu yg dewasa enggak kuat nahan lapar sampai Maghrib. Jangan mau kalah sama anak kecil. Malu tauuu.

Masalah lain saat bulan puasa adalah; bukber. Pasti ada diantara kalian yg udh merencanakan bukber jauh sebelum Ramadhan datang? Dan yg pasti, sekarang, di grup Whatsapp lagi rame tentuin tanggal bukber. Ada yg ngga bisa dateng karena kuliah jauh. Ada yg pulang kampung lebih awal karena libur kuliah lebih awal. Ada yg sibuk kerja, dan ada pula yg sok sibuk. Hehehe, yg terakhir itu blue bgt deh.

Mungkin cukup sekian kata pengantar dari blue untuk man-teman semua. Sekali lagi, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1440 Hijriah untuk man-teman blue yg menjalankan. Jangan diam-diam budi ya. Allah tau apa yg kita lakukan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.

Wassalamualikum...




Salam sayang,
-Blue

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Ini

  Hai, Dimas. Apa kabar? Aku harap kamu baik. Gimana senja hari ini? Aku kepo ya? Maaf ya.   Aku mau cerita deh, Dim. Tiba-tiba aku kangen kamu. Iya, aku kangen kamu. Tiba-tiba banget, kan? Nggak ada hujan, nggak ada angin.   Bohong, deh. Aku bercanda . T adi sore hujan angin. Tapi untuk aku kangen kamu, aku nggak bercanda, Dim. Aku serius. Setelah hujan sore tadi, aku lihat pelangi dari jendela kamarku. Kamu tau apa? Pelanginya warna abu-abu! Hahaha! Lucu deh. Seakan Tuhan nggak punya tinta cadangan untuk mewarnai pelangi.   Jujur aku bingung banget. Kok bisa ya, Tuhan nggak kasih warna pelangi? Apa Tuhan lupa? Atau memang sengaja? Kenapa Tuhan kasih lihat aku pelangi abu-abu? Kenapa Tuhan nggak kasih lihat aku pelangi yang sama dengan apa yang kamu lihat disana? Kenapa harus abu-abu? Padahal kamu suka biru.   Oh iya, Dim, Ada yang lucu lagi loh. Kemarin aku cuci sepatuku. Sepatu hitam bergaris merah...

Tentang kisah yang tak pernah usai

“Terima kasih, ya kamu sudah menyempatkan diri untuk datang keacara pernikahan kami.” Ucap Diva, istri sahabat baikku, Dimas. “Tidak, aku yang terima kasih karena telah mengundangku.” Aku menyalami sang Puteri. “Dimana Dimas?” Lanjutku. “Dia bilang harus kekamar kecil sebentar.” Ucap Diva, kemudian menarikku untuk duduk dikursi pelaminan bersamanya.  “Intan, terima kasih karena telah melepaskan Dimas untukku.” Ucap Diva serius. “Aku tak pernah melepaskannya, Diva. Kau salah paham.” Sanggahku. “Aku tahu kau akan mengatakannya. Tapi aku akan tetap berterima kasih karena telah mengizinkanku memilikinya.” Lanjut Diva sambil menggenggam tanganku. Aku tersenyum dan membalas genggaman tangannya diatas tanganku. “Tak perlu berterima kasih padaku. itu memang sudah takdir kalian untuk bersama. Mungkin, Tuhan hanya mengizinkanku untuk hidup sebagai sahabatnya, bukan teman hidupnya.” Jelasku menerawang. “Apa kau pernah menyukainya?” Tanya Diva tiba-tiba. Aku tersenyum sebe...