Langsung ke konten utama

Hari Ini

 



Hai, Dimas.

Apa kabar?

Aku harap kamu baik.

Gimana senja hari ini?

Aku kepo ya? Maaf ya.

 

Aku mau cerita deh, Dim.

Tiba-tiba aku kangen kamu.

Iya, aku kangen kamu.

Tiba-tiba banget, kan?

Nggak ada hujan, nggak ada angin.

 

Bohong, deh. Aku bercanda.

Tadi sore hujan angin.

Tapi untuk aku kangen kamu, aku nggak bercanda, Dim.

Aku serius.


Setelah hujan sore tadi, aku lihat pelangi dari jendela kamarku.

Kamu tau apa? Pelanginya warna abu-abu!

Hahaha! Lucu deh.

Seakan Tuhan nggak punya tinta cadangan untuk mewarnai pelangi.

 

Jujur aku bingung banget.

Kok bisa ya, Tuhan nggak kasih warna pelangi?

Apa Tuhan lupa? Atau memang sengaja?

Kenapa Tuhan kasih lihat aku pelangi abu-abu?

Kenapa Tuhan nggak kasih lihat aku pelangi yang sama dengan apa yang kamu lihat disana?

Kenapa harus abu-abu? Padahal kamu suka biru.

 

Oh iya, Dim,

Ada yang lucu lagi loh.

Kemarin aku cuci sepatuku.

Sepatu hitam bergaris merah, hadiah dari kamu dulu.

Karna kemarin lumayan panas, aku jemur didepan jendela kamarku.

Malamnya hujan lebat, eh aku lupa kalo aku lagi jemur sepatu.

Jadi basah lagi deh sepatuku.

Astaga, aku pelupa banget ya!

 

Dim,

Kamu pernah nggak sih merasa di 'bercandain' sama keadaan?

Atau di 'bercandain' sama Tuhan?

Aku kepikiran itu terus lho, Dim.

Karena sekarang aku ngerasain itu.

 

Hari itu, hari dimana aku mutusin buat lari dari kamu.

Setelah itu kamu pergi jauh, Dim. Jauh banget.

Setelah itu aku sadar. Kamu pergi karena aku.

Aku bodoh banget karena berharap kamu ada disini sekarang.

Aku bodoh, kan Dim?

 

Aku nggak kepikiran kalo aku bakal sekangen ini sama kamu.

Aku nggak kepikiran, kalo aku bakal sekacau karna nggak ada kamu.

Kamu begitu juga nggak sih, Dim? Atau aku aja ya?

 

Dim,

Terlambat nggak sih, kalo aku minta maaf sekarang?

Terlambat nggak sih, kalo aku bilang 'aku menyesal'?

Terlambat nggak ya, Dim, buat dapat maaf dari kamu?

Aku sedih, Dim. Aku khawatir.

Kamu mau nggak maafin aku?

 

Dimas,

Apa Dia baik sama kamu disana?

Kamu baik-baik aja kan?

Kamu bahagia 'kan disana?

Aku yakin kamu pasti lebih bahagia disana.

Karna orang yang merusak hidup kamu ada disini.

 

Dim,

Tolong tanyakan pada Tuhan,

Akankah Dia memaafkanku?

Akankah, Dia mempertemukanku denganmu ketika aku pulang nanti?

 

Dim,

Boleh bantu aku?

Tolong bantu aku untuk membujuk Tuhan.

Agar Dia mengabulkan satu doa-ku.

Hanya satu, Dim.

Satu-satunya yang terpenting bagiku.

Tolong bujuk Tuhan, untuk menghadirkanmu dalam mimpiku.

 

Dim,

Aku menyesal

Aku menyesal, tak sempat mengatakan ini padamu.

 

Aku sayang kamu, Dimas.

Komentar

  1. Balasan
    1. U make me cry while typing this. Thank you for reading and comment 😭😭

      Hapus
  2. The one of writer already die
    Then she just looking grey of darkness

    BalasHapus
    Balasan
    1. U're right. Thanks for reading ❤

      Hapus

Posting Komentar

Bisik-bisik, yuk!

Postingan populer dari blog ini

Tentang kisah yang tak pernah usai

“Terima kasih, ya kamu sudah menyempatkan diri untuk datang keacara pernikahan kami.” Ucap Diva, istri sahabat baikku, Dimas. “Tidak, aku yang terima kasih karena telah mengundangku.” Aku menyalami sang Puteri. “Dimana Dimas?” Lanjutku. “Dia bilang harus kekamar kecil sebentar.” Ucap Diva, kemudian menarikku untuk duduk dikursi pelaminan bersamanya.  “Intan, terima kasih karena telah melepaskan Dimas untukku.” Ucap Diva serius. “Aku tak pernah melepaskannya, Diva. Kau salah paham.” Sanggahku. “Aku tahu kau akan mengatakannya. Tapi aku akan tetap berterima kasih karena telah mengizinkanku memilikinya.” Lanjut Diva sambil menggenggam tanganku. Aku tersenyum dan membalas genggaman tangannya diatas tanganku. “Tak perlu berterima kasih padaku. itu memang sudah takdir kalian untuk bersama. Mungkin, Tuhan hanya mengizinkanku untuk hidup sebagai sahabatnya, bukan teman hidupnya.” Jelasku menerawang. “Apa kau pernah menyukainya?” Tanya Diva tiba-tiba. Aku tersenyum sebe...

Devilish Joy (2018)

  Pria Yang Menghapus Waktu Seorang pria berkata kepada gadis, “Halo, mau kuberi tahu rahasia yang telah lama kusimpan?” “Aku menafsirkan waktu secara berbeda dengan orang lain.” “Bagiku, setiap harinya seperti setahun, dan kematian berada disamping tempat tidurku tiap malamnya.” “Aku bekerja keras setiap harinya untuk memutar waktu. Tapi, aku sadar aku telah terikat dengan mantra yang tak bisa kurusak.” “Meski begitu, akankah kau tetap mencintaiku?”   Seorang gadis berkata pada pria, “Aku menyukaimu seadanya.” “Saat ini kau sudah tampak indah dimataku.”   Dan saat si gadis berkata seperti itu, pria itu tersenyum. - Devilish Joy 2018

Marhaban Yaa Ramadhan

Assalamualaikum, man-teman! Halo man-teman semua. Blue balik lagi niiih. Ini adalah tulisan blue yang pertama setelah sekian lama blue enggak nulis lagi. Karena terakhir blue nulis bulan Februari, dan sekarang udah Mei aja ya hehehe. Blue tau emang enggak bakal ada yg kangen sama tulisan blue yang  un-faedah. Jadiiiii...... Tujuan blue posting ini untuk mengucapkan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1440 Hijriah man-teman! Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yg lebih baik dari tahun lalu. Semoga dari Ramadhan ini, menjadi jembatan kita semakin mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Dan yang paling penting, semoga kita semua mendapat rahmat dan hidayah, juga petunjuk dari Allah SWT. And the last but not least,  semoga kita bisa bertemu Ramadhan selanjutnya dan berkumpul dengan orang-orang yg kita cintai. Aamiin Aamiin Yaa Rabbal Alamiin. Dihari pertama puasa ini siapa yg udah ngebayangin buka puasa pake apa? Makhruh loh kalo gitu. Apa lagi yg diem-diem buka kulkas trus m...