Hai, Dimas. Apa kabar? Aku harap kamu baik. Gimana senja hari ini? Aku kepo ya? Maaf ya. Aku mau cerita deh, Dim. Tiba-tiba aku kangen kamu. Iya, aku kangen kamu. Tiba-tiba banget, kan? Nggak ada hujan, nggak ada angin. Bohong, deh. Aku bercanda . T adi sore hujan angin. Tapi untuk aku kangen kamu, aku nggak bercanda, Dim. Aku serius. Setelah hujan sore tadi, aku lihat pelangi dari jendela kamarku. Kamu tau apa? Pelanginya warna abu-abu! Hahaha! Lucu deh. Seakan Tuhan nggak punya tinta cadangan untuk mewarnai pelangi. Jujur aku bingung banget. Kok bisa ya, Tuhan nggak kasih warna pelangi? Apa Tuhan lupa? Atau memang sengaja? Kenapa Tuhan kasih lihat aku pelangi abu-abu? Kenapa Tuhan nggak kasih lihat aku pelangi yang sama dengan apa yang kamu lihat disana? Kenapa harus abu-abu? Padahal kamu suka biru. Oh iya, Dim, Ada yang lucu lagi loh. Kemarin aku cuci sepatuku. Sepatu hitam bergaris merah...
Everyone have the same chance to dream. Don't let someone's dreams trapped you. You have to build your own dreams. If you can't say it loud, just write it down, and then let the world do it's part.